s0nYa… all the way!

the stories, the writings, the inspiration, just about everything that pops-up my mind that i don’t mind to be shared… well, yeah, sometimes you may find it rather personal, but i’m sure you’ll find a lesson there.. read only if you’re interested and phhleeeaasseee feel free to drop a comment ;)

The Winner Takes It All

Filed under: LiFe j0uRnaL — sonyatampubolon at 9:25 pm on Tuesday, September 2, 2008  Tagged , , ,

by. ABBA

I don’t wanna talk
About the things we’ve gone through
Though its hurting me
Now its history
Ive played all my cards
And thats what you’ve done too
Nothing more to say
No more ace to play

The winner takes it all
The loser standing small
Beside the victory
Thats her destiny

I was in your arms
Thinking I belonged there
I figured it made sense
Building me a fence
Building me a home
Thinking Id be strong there
But I was a fool
Playing by the rules

The gods may throw a dice
Their minds as cold as ice
And someone way down here
Loses someone dear
The winner takes it all
The loser has to fall
Its simple and its plain
Why should I complain.

But tell me does she kiss
Like I used to kiss you?
Does it feel the same
When she calls your name?
Somewhere deep inside
You must know I miss you
But what can I say
Rules must be obeyed

The judges will decide
The likes of me abide
Spectators of the show
Always staying low
The game is on again
A lover or a friend
A big thing or a small
The winner takes it all

I don’t wanna talk
If it makes you feel sad
And I understand
You’ve come to shake my hand
I apologize
If it makes you feel bad
Seeing me so tense
No self-confidence
But you see
The winner takes it all
The winner takes it all……

“Selamat atas pernikahan kalian, semoga berbahagia selalu”

Office Romance

Filed under: wRiTin9s.. — sonyatampubolon at 4:52 am on Wednesday, April 30, 2008  Tagged , , , ,

9 jam 1 hari, 5 hari dalam 1 minggu kamu bertemu dan berinteraksi
dengan rekan kerja. Mungkinkah timbul perasaan-perasaan ‘aneh’ di kantor? Jawabannya: MUNGKIN BANGET!

Cinta bisa datang kapan dan di mana saja, termasuk di kantor. Faktor penyebab utama biasanya karena frekuensi pertemuan yang intensif. Apalagi di lingkungan kerja kamu bisa menemukan orang-orang dengan latar belakang dan ketertarikan yang relatif sama. No wonder, seringkali terjadi kisah cinta di kantor.

Nggak sedikit teman SPICE! yang punya pengalaman office romance, alias menjalin hubungan asmara dengan rekan sekerja. Ada pasangan yang menjalin hubungan serius, tapi ada juga yang mengaku cuma “dekat” dan sekadar have
fun
.

Beberapa jalinan kasih di kantor berjalan mulus, tapi sebagian lagi kandas di tengah jalan. Di beberapa perusahaan bahkan terdapat aturan atau kebijakan yang melarang pekerjanya untuk menjalin hubungan di kantor, dengan alasan profesionalisme. Pihak perusahaan khawatir kinerja karyawan tidak maksimal jika urusan pekerjaan bercampur dengan urusan pribadi.

Menurut psikolog A. Kasandra Putranto,  office romance yang tidak berakhir happy ending seringkali menimbulkan luka psikologis yang sulit disembuhkan.
”Apakah kamu siap dengan hal tersebut? Bila tidak,
you better forget it!” tegasnya. Supaya lebih yakin lagi saat menjalani kisah asmara di kantor, kamu perlu baca penjelasan SPICE! berikut ini.

THE GOOD

Punya gebetan atau pacar yang satu kantor denganmu bisa membawa beberapa
keuntungan juga, lho.

  • Semangat!

Hubungan percintaan akan menciptakan perasaan bahagia, sehingga dapat menimbulkan energi-energi positif dalam diri untuk bekerja lebih
aktif dan bersemangat dalam meningkatkan performa. Minimal, kamu punya motivasi lebih besar untuk berangkat ke kantor.

  • Pengertian

Sering ribut dengan si dia karena kurang pengertian dalam hal pekerjaan? Hal semacam ini tentu tidak berlaku pada pasangan kekasih di kantor, karena kamu dan dia sudah saling memahami pekerjaan masing-masing.

  • Dukungan

Selain pengertian, kamu juga bisa mendapatkan support atau dukungan dari pacar yang juga rekan kerjamu. Mulai dari soal bos yang penuntut sampai deadline yang di depan mata, semua bisa kamu sharing-kan dengannya.

THE BAD

Hal-hal ini yang perlu kamu perhatikan baik-baik bila memutuskan untuk menjalin kisah asmara di kantor.

  • Fokus

Yang seharusnya di kantor kamu fokus pada pekerjaan, pikiran bisa terpecah dengan urusan pribadi (baca: asmara). Waktu akan banyak terbuang untuk hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan, misalnya chatting atau berduaan dengan si dia pada jam kerja. Belum lagi kalau kamu dan dia sedang nggak harmonis, bisa-bisa kinerja jadi kurang maksimal.

  • Personal vs Formal

Hubungan asmara di kantor seringkali mengakibatkan seseorang sulit memisahkan antara hal-hal personal dan formal. Penilaian bisa jadi nggak objektif atau emosi bisa meledak sewaktu-waktu.

  • Gosip

Nggak bisa dihindari, gelagat aneh antara kamu dan si dia pasti akan menjadi pusat perhatian di antara rekan kerja yang lain. Siap-siap saja mendengar berbagai rumor dan isu yang berkembang seputar hubunganmu dengannya.

  • Bila kandas..

Ada lebih  banyak lagi risiko dan kerugian yang mesti kamu hadapi apabila hubungan cinta yang telah dibina dengan rekan sekantor harus kandas di tengah jalan. Kamu dan dia harus siap mental untuk bertemu pada saat meeting, berada di satu lift yang sama, bahkan bekerja dalam satu tim yang tidak dapat dihindari.

  • Dendam

Jika hubungan tidak berjalan lancar, seringkali pasangan kekasih yang juga rekan sekerja mulai membicarakan kejelekan satu sama lain. SPICE!
bilang: big no no! Hal ini akan hanya akan memperburuk keadaan dan menciptakan suasana kantor yang kurang baik. Kalaupun hal ini bisa dihindari, seringkali hubungan pertemanan nggak bisa pulih seperti biasa lagi, setelah office romance yang telah berakhir.

THE RIGHT WAY

Baca tip dari SPICE! berikut ini supaya jalinan cintamu di kantor bisa berjalan lancar.

  1. Profesional

Kunci utama dalam menjalin hubungan asmara dengan rekan kerja adalah profesionalisme. Memisahkan urusan percintaan dengan pekerjaan wajib dilakukan. Pekerjaanmu nggak boleh terganggu hanya karena mood yang buruk saat sedang bermasalah dengan si dia. Juga ketika terjadi perbedaan pendapat mengenai pekerjaan antara kamu dengannya. Jangan sampai pendapat dan kemampuan terbelenggu hanya karena nggak mau terlibat konflik dengan pacar.

  1. Bijak Bertindak

Jangan lakukan hal-hal yang kurang bijaksana dalam menjalani hubungan di kantor. Seperti menggunakan intranet untuk meninggalkan pesan-pesan pribadi atau menempelkan post it di meja si dia untuk mengajak bertemu di suatu tempat di lingkungan kantor.

  1. Tutup Kuping

Gosip dan rumor yang berkembang seputar hubungan kamu dan si dia tidak perlu kamu dengarkan, apalagi sampai mengganggu pekerjaanmu. Tapi untuk meminimalkan gosip, memang sebaiknya kamu dan si dia nggak menutup-nutupi hubungan yang sedang terjalin. Soalnya, semakin ditutupi maka orang di sekitar akan semakin penasaran.

========================================================================

THE AFFAIR

Meski banyak tantangannya, office romance masih bisa berjalan sukses asalkan kamu dan si dia pintar-pintar menempatkan diri. Tapi kalau kamu sudah mempunyai pasangan,  jangan jadikan kantor sebagai ajang cuci mata. Apalagi pada rekan kerja (atau bos) yang sudah berkeluarga, SPICE! sarankan kamu tidak
mencoba-coba untuk menarik perhatiannya. Affair atau perselingkuhan di mana pun tidak akan bermanfaat buatmu, terlebih lagi di kantor. Disiplinkan dirimu sendiri dan pasang ‘lampu merah’ untuk pria milik orang lain. S!



*artikel ini adl tulisan Sonya yang dimuat di majalah SPICE! edisi Mei 2008, silakan dikutip atau digunakan sesuai kebutuhan asal mencantumkan sumber (atau nama penulis) dengan jelas. Thx.

“Apa Kamu Bilang?!”

Filed under: wRiTin9s.. — sonyatampubolon at 6:04 am on Wednesday, March 5, 2008  Tagged ,

Menyatukan dua orang yang berbeda dalam sebuah hubungan pacaran memang tidak pernah mudah. Perdebatan pasti kerap muncul antara kamu dan si dia. Tapi bagaimana supaya debat kamu dan pacar bisa tetap sehat?

709759_18976380
Lita (22) dan Bowo (23) sudah hampir satu tahun pacaran, tapi belum ada satu hari pun mereka lewati tanpa berdebat. Ada saja yang membuat mereka protes satu sama lain. Mulai dari pilihan rute jalan menuju tempat kencan, soal film yang mau ditonton di bioskop, juga kebiasaan Bowo main PS sampai lupa waktu atau hobi belanja Lita yang selalu menguras kantong.
Kalau perdebatan hanya berlangsung sesaat, lalu bisa segera selesai dengan baik sih mungkin nggak ada yang perlu dikhawatirkan. Masalahnya, debat-debat ‘kecil’ seringkali berujung pada konflik yang melebar. Yang lebih gawat, perdebatan kecil yang dibiarkan begitu saja juga bisa jadi bom waktu yang meledak sewaktu-waktu.
Jadi bagaimana dong? Apakah kamu dan si dia tidak boleh berdebat? Harus akur senantiasa? Mission impossible, dong. Namanya juga dua orang, dua kepala, dua pribadi yang berbeda. Tentunya kamu dan si dia nggak akan bisa seratus persen sama dan sepakat dalam segala hal.
Perbedaan pendapat antara pacar dengan kamu sebenarnya hal yang sangat wajar. Dan perbedaan tersebut seharusnya menjadi indah dan memperkaya hubungan kalian berdua. Menurut psikolog A. Kasandra Putranto, dengan debat yang sehat kamu dan si dia dapat memiliki wawasan yang lebih luas, fleksibilitas berpikir dan pola sikap yang proaktif.
Percaya deh, kalaupun ada hubungan pacaran yang adem ayem dan tanpa pertengkaran sama sekali, pasti hubungan itu juga nggak sehat dan ‘hambar’.
So, berdebat dengan pacar itu wajar. Yang penting kamu tahu cara-cara yang tepat, supaya debat di antara kalian itu sehat.

The Triggers
Banyak faktor yang bisa menjadi pemicu adu argumentasi antara kamu dan sang pacar. SPICE! menemukan beberapa hal yang paling sering menjadi penyebabnya sebagai berikut:
1.Banyak Perbedaan
Chemistry antara kamu dan si dia sebenarnya sudah oke, tapi kalian punya banyak sekali perbedaan. Misalnya perbedaan karakter dan sifat-sifat dasar. Misalnya yang satu easy going, senang jalan dan kumpul bersama teman-teman, sedangkan yang satu lagi tipe anak rumahan yang lebih suka berduaan saja. Wajar sekali hal seperti ini menjadi pemicu perdebatan di antara kamu dan sang pacar, karena masing-masing ingin pasangan menjadi seperti dirinya.
Bisa saja, kamu mengidolakan seorang tokoh, tapi pacar kamu bilang tokoh itu nggak istimewa. Akibatnya saat kamu sedang bersemangat membicarakan sang tokoh idola, si dia menanggapi dengan dingin, pasti kesal kan? Atau kamu penggemar musik melankolis sementara dia lebih suka musik rock, otomatis kalian akan berbeda pendapat juga soal lagu dan musisi favorit.

2.Hobi dan Kebiasaan
Kamu dan pacar tentu punya hobi dan kebiasaan yang khas, kan? Seringkali hobi dan kebiasaan yang tidak selaras satu sama lain membuat kamu berdebat dengan pacar. Contohnya, Evi (22) sering marah karena sang pacar, Prabu (23) sering malas mandi. Menurut Prabu sih kebiasaannya itu not a big deal selama dia nggak mengganggu orang lain, karena meski tidak mandi dia pakai wewangian supaya nggak bau. Meski begitu, Evi tetap nggak suka dengan kebiasaan pacarnya itu. Atau Albert (25) yang melarang sang pacar, Sonia (24) untuk clubbing. Macam-macam kesukaan atau kebiasaan kamu dan si dia memang bisa ‘bertabrakan’ seperti ini.

3.Masalah Komunikasi
Perdebatan juga sering muncul karena masalah komunikasi. Salah pengertian kerap timbul karena miss communication. Selain itu gaya komunikasi yang berbeda satu sama lain juga bisa memengaruhi. Mungkin cowok kamu cenderung tegas sedangkan kamu agak sensitif, akibatnya kamu mudah tersinggung dengan ucapannya.

The Threats
Perdebatan antara kamu dan sang pacar memang wajar terjadi dan tidak terhindarkan. Tapi bukan berarti nggak berbahaya, lho. Coba saja, kalau setiap saat kamu dan dia terus-terusan adu argumentasi, tentu sangat tidak nyaman. Akhirnya, hubungan kalian malah menjadi beban hidup yang berat. Nggak sedikit teman SPICE! yang putus dari pacarnya karena terlalu sering berdebat.
Saat perdebatan dalam tingkat ringan, mungkin yang timbul hanya rasa tidak nyaman atau kesal. Akan tetapi saat adu argumentasi menjadi lebih serius, biasanya kamu dan si dia akan mulai saling menyakiti. Namanya juga sedang emosi, ucapan dan tindakan biasanya keluar begitu saja tanpa ada pikir panjang.
Makanya, SPICE! mengingatkan kamu untuk tidak memandang remeh soal perdebatan dengan pacar. Perdebatan kecil atau besar, sama-sama bisa berbahaya, makanya harus segera diselesaikan dengan baik.
Meskipun begitu, menurut SPICE! kamu juga jangan menghindari perdebatan dengan pacar seratus persen, Lho kok?! Soalnya, adu argumentasi itu juga berarti kamu dan si dia jujur mengkomunikasikan pendapat. Perdebatan bisa saja dihindari dengan cara salah satu pihak (baca: kamu atau si dia) memilih untuk terus mengalah atau menuruti pasangan. Hubungan seperti ini dari luar bisa saja terlihat harmonis dan rukun, tapi sesungguhnya bisa lebih berbahaya.
Rasa tidak setuju, tidak nyaman, kekesalan, kemarahan atau kesedihan yang terus menerus diredam demi ‘kedamaian’ tanpa debat sebenarnya sangat tidak sehat. Sebab semua perasaan yang teredam tersebut bisa meledak sewaktu-waktu. Jadi kalau memang ada hal yang rasanya nggak pas, kamu boleh kok protes atau mengungkapkan keberatan kepada pacar.
Terlalu banyak dan sering berdebat tidak baik untuk hubungan kamu dan sang pacar. Sebaliknya, tidak pernah berdebat juga tidak benar, karena artinya tidak ada komunikasi dan keterbukaan dalam hubungan.

How to Handle
Supaya kamu dan si dia bisa berdebat sehat dan dalam kadar yang tepat, coba ikuti jurus-jurus SPICE! ini.
- Jujur dan Terbuka
Poin ini tetap menjadi hal terpenting. Jangan pernah takut atau ragu mengungkapkan isi hati atau pendapatmu.

- Menghargai Pacar
Hargailah pacar dengan segala kelebihan, kekurangan, karakter, kebiasaan dan kesukaannya. Kalau ada yang nggak sejalan dengan keinginanmu atau kebiasaanmu sendiri, kamu bisa bilang padanya. Tapi singkirkan jauh-jauh keinginan untuk mengubah dia sepenuhnya mengikuti atau menjadi seperti kamu.

- Toleransi
Ada banyak hal yang memang harus diterima apa adanya. Untuk perbedaan-perbedaan yang nggak bisa disatukan atau diselaraskan maka satu-satunya cara adalah dengan toleransi atau mengalah. Hal ini harus dilakukan dengan benar-benar tulus, suapaya nggak ada ‘hitung-hitungan’ di kemudian hari.

- Introspeksi Diri
Seringkali kamu terlalu sibuk mencari cara membuat pacar jadi cocok dengan dirimu. Sebaliknya, introspeksi diri dan berubah secara positif jarang terpikirkan. Kamu dan si dia nggak harus jadi orang lain, tapi sedikit demi sedikit memperbaiki diri akan sangat baik, bukan hanya demi hubungan kalian tetapi juga bagi peningkatan kualitasmu sebagai individu.

=====================================================================================
Character Clash

SPICE! menemukan bahwa karakter atau sifat dasar kamu dan si dia paling sering jadi pemicu perdebatan dan perselihan. Haruskah salah satu atau kedua pihak berubah sifat demi memertahankan hubungan?

Case #1
Anto (24) termasuk tipe cowok dingin yang nggak bisa menunjukkan perasaannya kepada orang terdekat, termasuk pada Stella (22), pacarnya sendiri. Uniknya, Stella pun punya karakteristik yang hampir sama. Dengan persamaan tersebut di antara mereka, nyatanya perdebatan dan konflik tetap sering terjadi. Pasalnya, justru karena sama-sama cuek dan nggak bisa mengungkapkan perasaan, ketika salah satu atau keduanya lagi bete malah diam-diaman. Masalah seringkali dianggap berakhir dengan sendirinya tanpa dibahas atau diselesaikan dengan benar.

Kuncinya: Meski ada pepatah Silent is Gold, SPICE! bilang hal tersebut nggak berlaku saat kamu dan si dia menghadapi masalah. Masalah kecil yang didiamkan saja justru berpotensi menjadi masalah besar karena disimpan dalam hati kecil masing-masing pihak. Makanya, dua belah pihak harus berusaha menjalin komunikasi yang lebih terbuka.

Case #2
Seperti halnya Anto, Ian (23) juga seringkali memilih diam dan cuek pada pacarnya, Riana (19). Tapi sebaliknya Riana adalah tipe cewek yang ekspresif dan manja. No wonder mereka jadi sering berantem karena nggak nyambung. Selain itu, hubungan mereka pun seakan-akan lebih didominasi oleh Riana, karena Ian lebih banyak diam.

Kuncinya: Sebaiknya dalam sebuah hubungan ada keseimbangan antara kamu dan si dia. Usahakan jangan ada yang terlalu dominan, karena bisa menciptakan rasa ‘menang-kalah’ di antara kalian berdua. Untuk itu, masing-masing pihak harus belajar untuk menyesuaikan diri. Yang dingin harus mulai melatih diri untuk nggak gengsi menunjukkan rasa sayang, rasa kecewa, marah atau minta maaf, misalnya. Begitu pula yang terbiasa manja harus sesekali mengalah. Dua sifat berlawanan seperti ini bisa digunakan untuk saling melengkapi.

Case #3
Sony (24) dan Gwen (24) adalah sepasang kekasih yang sama-sama ekspresif dan terbuka. Setiap permasalahan dan perbedaan pendapat pasti segera dibicarakan. Tapi akibatnya mereka berdua seringkali terlibat dalam perdebatan panjang dimana masing-masing pihak ngotot dan tidak mau kalah.

Kuncinya: Pada dasarnya SPICE! setuju dengan prinsip komunikasi terbuka, dimana setiap ada masalah harus segera dibicarakan dan diselesaikan. Yang perlu kamu ingat, tidak ada orang yang sempurna di dunia ini. Artinya, kamu dan si dia sama-sama punya kelebihan dan kekurangan. Oleh sebab itu, kedua belah pihak nggak boleh egois dan merasa selalu benar. Pengertian yang tulus menjadi faktor yang penting di sini.

***
tulisan ini dimuat di majalah SPICE! edisi Februari 2008. Silakan dikutip atau digunakan, asal mencantumkan sumber yg jelas. Tengkyuuu ^_^