s0nYa… all the way!

the stories, the writings, the inspiration, just about everything that pops-up my mind that i don’t mind to be shared… well, yeah, sometimes you may find it rather personal, but i’m sure you’ll find a lesson there.. read only if you’re interested and phhleeeaasseee feel free to drop a comment ;)

sonya, anti dan ari

Filed under: iNsPiRaTi0n — sonyatampubolon at 11:08 pm on Wednesday, May 14, 2008  Tagged

taken from blog of a lovely friend of mine :)
http://anti.blogs.friendster.com/my_blog/2008/05/unconditional_l.html

Unconditional Love
Bakerizein,
Plaza Indonesia  at ± 7.30 PM.

Ari: Nyokap gw nanya “kamu disana tinggal sama siapa aja?”, terus gw jawab “ya berdua aja..”, nyokap gw nanya lagi “berdua aja? Cuma Steve dan kamu?”, terus ya gw bilang lagi “iya, Cuma Ari dan Steve”. Dan tiba-tiba lu tau, nyokap gw ngeluarin cincin dan ngasih ini ke gw (sambil memamerkan cincin yang melingkar di jari manis kirinya)

Gw: Nyokap lu ngga nanya apa2 lagi Ri? Serius? Apa kek gitu yang penting2?

Sonya: Honey, itu yang namanya unconditional love

Yah mungkin itu yang namanya unconditional love, bisa mencintai orang bagaimanapun kondisi orang itu. Tanpa menuntut banyak penjelasan, tanpa menuntut banyak pengorbanan, tanpa menuntut banyak pembuktian. Hanya satu yang membuatnya bahagia, yaitu bila melihat orang yang dicintainya bahagia.

Sudah lama sekali rasanya gw ngga ketemu sama sahabat2 SD gw ini. Dan sekarang, setelah hampir 10 tahun, kita niatin untuk makan malem bareng. Banyak sekali cerita yang di share sama 2 sahabat gw yang cerewet2 ini. Sebagian kecil ceritanya udah bisa gw tebak, tapi sebagian besar cerita lainnya ternyata cukup membuat gw menganga. Yeah, now I realize that we all have grown in our own ways, and finally it brought us to the situations just like we never known each other.

Ari yang bekerja di LSM internasional dan terang2an mengaku bahwa dirinya adalah GAY, Sonya yang wartawan majalah remaja dengan kahidupan yang juga Jakarta banget, dan gw yang bekerja di sebuah IT consultant yang kehidupannya in between (kalau ngga mau dibilang kuper :p)

“kenapa gw dari dulu ngga pernah memperlakukan dia bener2 sebagai laki2?”

“kenapa gw dari dulu lebih memperlakukan dia sebagai salah satu sahabat cewek gw, dan bukannya sahabat cowok gw?”

“kenapa gw dari dulu ngga menjaga komunikasi yang intens, sehingga bisa menguatkan dia di saat2 penting ketika mengambil keputusan dalam hidupnya”

“kenapa gw ngga bisa membantu dia melihat sisi lain hidupnya”

Waduh kenapa-kenapa dan kenapa.. Yang jelas sekarang si, walaupun ari sudah memilih jalan yang berbeda dari gw, tapi satu yang pasti gw tetep sayang ari dan gw tetep mau ari jadi sahabat gw sampai kapanpun. Dan gw pengen ari tau itu.

Makan malam itu akhirnya lebih kaya gw wartawan yang sedang menyusun biography ari. Dia cerita panjang lebar tentang semuanya, dan gw berusaha menjadi pendengar yang baik. Walaupun gw sebenernya masih punya setumpuk pertanyaan lagi untuk dibahas. Jadi tersindir rasanya dengan konteks unconditional love nya mama nya ari hehehe. Salut banget deh Tante, gw kira yang kaya gitu Cuma ada di film2 doang.. ternyata..

Tapi hal lain yang gw perhatiin di malem itu adalah satu fakta bahwa gw ngga pernah melihat ari sebahagia ini. Kehidupannya yang sekarang sepertinya bisa membuat dia lebih mencintai hidupnya, menemukan titik kenyamanan terhadap dirinya sendiri. Walaupun sempat terselip pertanyaan, jujurkah ini semua atau Cuma usaha menipu hati kecil yang terus meraung?

Entahlah dunia seakan bergerak ke arah lain yang tak tersentuh oleh gw, banyak hal yang masih tidak bisa gw mengerti. Gw kaya Cuma jadi penonton di pinggir lapangan mendengar cerita temen2 gw.

Dan yang pasti hanya bisa berharap agar kondisinya bisa membaik bagi semua, Amiin

Posted by Brahmanti Prameswari |

Comments

It’s
a very lovely story u wrote about me Anti. Overwhelmed by your memory
of every detail over the dinner that night. Yes Anti, this is me, your
friend that happen to be GAY. I am happy and even happier when i can
share a part of my life story with a friend like you.

These are my answer to your question:

1 & 2. Because you see a delicate side of me and i supposed u
were comfortable with it, which u cant find in every guy friends of
yours,

3. It’s not your fault Ti. We’re all have our own live. and we have
our own way to handle this live. It is true that it was hard to decide
and admit that i am gay, but actually the hardest part is when i was
keeping it for myself. but now im free, because the whole worldd know
about who i really am.

4. Trust me, i have seen it all. Thats why i can take a full responsibilities to decide that I’m gay.

Thanks for your love and care for almost 15 years. it mean alot for me. And thanks for being such a nicest friends ever.
PS: Stop blaming your self of my decision. I am happy of who i am now, although some sad stories lies within as well. It’s life!

darliiiing
kamu hebat sekali bisa mengingat detail pembicaraan mlm itu ;)

yes dear, we do have grown in our own ways..

jd inget, dulu kita berdua slalu jln bareng kemana-mana, inget ngga
sih lo ‘nti, kita smpe digosipin lesbi.. hihihihii.. parah yaa.. msh SD
aja kita udh dikira lesbian, just because we’re very close :D

sama ari juga.. saking deketnya kita smpe smpt ada drama tampar menampar segala bukan? bwhahahaha..

well, klo skrg, kita emang udh jln masing2.. dan yg bikin lucu kynya
lmy beda2 dunia yah kita? tp justru itu yg bikin gw merasa betapa Tuhan
itu hebat dan kaya bgt, right?

and i love how u describe it all with ur words.. gw udh pnh bilang
kan bhw lo bner2 pny bakat nulis? i really love to read ur writings..

btw, masa sih gw “wartawan majalah remaja dengan kahidupan yang juga Jakarta banget” ?
qiqiqiiqqq ;P

@Ari
hehe Ri, the hardest part for me to accept that u r GAY is for not
blaming my self because i was not there for you when you made the
decision.

@Sonya
Makasih banget Son, tersanjung gw dibilang bagus tulisannya sama
seorang wartawan :)). Btw ya iya gitu, lu jakarta banget, emang lu ngga
ngerasa :))??… hmmm ato gw yang amat sangat kuper yak? hihihihihi



No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>