s0nYa… all the way!

the stories, the writings, the inspiration, just about everything that pops-up my mind that i don’t mind to be shared… well, yeah, sometimes you may find it rather personal, but i’m sure you’ll find a lesson there.. read only if you’re interested and phhleeeaasseee feel free to drop a comment ;)

Pacarnya = Pacarmu?

Filed under: wRiTin9s.. — sonyatampubolon at 5:07 am on Tuesday, November 27, 2007

Lagu “Jadikan aku yang kedua” milik Astrid memang easy listening. Tapi jadi yang ‘kedua’ dalam kehidupan nyata sebenarnya complicated.

Rumit, tapi toh banyak sekali cewek yang terlibat hubungan dengan pria milik orang lain (baca: pacar atau suami orang). Kenyataannya, ada banyak alasan kenapa situasi yang rumit itu tetap dijalani oleh sebagian cewek. Istilahnya, rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau. Baju yang sudah melekat di tubuh orang pun kelihatan lebih bagus daripada yang masih dipajang di etalase toko. Makanya cowok yang udah punya pasangan bisa jadi kelihatan lebih menarik buat didekati.

Love_cookies

Menurut psikolog A. Kasandra Putranto, umumnya pria milik orang lain sudah mencapai taraf hidup yang lebih mapan, memiliki kepribadian yang lebih solid dan matang, emosi yang lebih stabil dan juga lebih berwawasan. Oleh karena karakteristik seperti itu, maka muncul beberapa alasan seorang cewek memilih berhubungan dengan pria milik orang lain, seperti finansial, pribadi, emosi, usia dan lain lain.

Ungkapan bahwa “cinta itu buta” atau “kita nggak bisa memilih siapa yang kita cinta” juga seringkali digunakan sebagai alasan saat cewek berpacaran dengan pria milik orang lain. Lalu apakah alasan terlanjur sayang ini cukup kuat untuk mempertahankan hubungan dengan pacar/suami orang lain? “Tidak!” tegas Kasandra. Namun Kasandra mengakui bahwa menegakkan logika di atas emosi (perasaan) memang tidak mudah, sehingga muncullah berbagai alasan-alasan klise demikian untuk merasionalisasi tindakan mereka.

Berhubungan dengan pria milik orang lain juga terkadang menjadi pilihan bagi mereka yang belum siap berkomitmen dengan serius. Kamu merasa nggak terikat dan bebas melakukan banyak hal tanpa takut si pacar marah, karena dia juga melakukan hal yang sama dengan orang lain. Bisa pacaran tanpa tuntutan memang terdengar mengasyikkan ya? Tapi tentunya hal ini hanya bisa diterima dalam jangka pendek, karena hubungan tanpa komitmen nggak akan ada masa depannya.

Nggak sedikit juga cewek yang mengaku menjalani hubungan dengan pria milik orang lain semata-mata untuk kesenangan sementara. Contohnya Ayi, jadi ’second layer’ buatnya nggak lebih dari sekedar penyegaran suasana, cuma buat lucu-lucuan. “Jangan pakai hati. Yang penting seru!” ujarnya. Kalaupun kamu punya pemikiran yang demikian, saran SPICE! kamu nggak perlu ‘main api’, karena sekecil apapun tetap ada peluang untuk ‘terbakar’.

Banyak juga di antara kamu yang berada di dalam posisi kedua tanpa sepengetahuan kamu. Bisa saja kamu dibohongi sama pacar kamu, waktu kenalan dia mengaku single padahal sebenarnya dia sudah punya pacar. Ini akan jadi hal yang nggak enak banget, karena kamu akan dicap sebagai perusak hubungan orang, padahal kamu sendiri juga korban. Tapi yang lebih ekstrim, ada juga lho yang menganggap hubungan seperti ini sebagai tantangan. Egonya terpuaskan karena seakan-akan bisa ‘mengalahkan’ cewek yang lain.

880893_85185294

Buat kamu yang saat ini sedang menjalin hubungan dengan pria milik cewek lain (baca: pacar atau suami orang), SPICE! tidak akan buru-buru menghakimi, karena kamu pasti punya alasan sendiri yang mendasari keputusan tersebut. Tapi SPICE! mau membantu kamu untuk berpikir lebih rasional.

Make Love or Make War?
Dengan alasan terlanjur sayang lalu kamu pacaran dengan pria milik orang lain. Think again, kamu sedang menjalin cinta atau menyulut perang? Bisa dipastikan hubungan kamu dengan si dia yang sudah milik cewek lain akan memancing kemarahan dan dendam di berbagai pihak. Hal ini mungkin nggak terlalu kamu rasakan ketika kamu dan si dia ‘lancar’ menutupi hubungan kalian. Tapi sepintar-pintarnya tupai melompat akhirnya pasti jatuh juga. Saat kebenaran itu terungkap, ‘perang dunia’ tidak akan terhindarkan.

From The Other Side
Coba sekali ini kamu berempati dan menempatkan dirimu pada sisi cewek ‘pemilik resmi’ si dia. Bisa nggak kamu bayangkan kekecewaan, kesedihan dan sakit hatinya? Coba dengar pernyataan Rere, yang baru mengetahui pengkhianatan Bagas setelah 4 tahun berpacaran. “Waktu pertama kali aku tau kalau cowokku punya pacar lain di luar sana, aku hancur banget. Aku merasa kurang oke sebagai pacar, aku jadi merasa nggak berharga, dan aku merasa benar-benar bodoh karena dibohongi sekian lama,” ungkapnya. Mungkin selama ini kamu merasa nggak pernah berniat menyakiti siapa-siapa, tapi kenyataannya kamu sudah melakukan hal kejam.

Karma
Let say kamu mengenyampingkan pertimbangan untuk memikirkan perasaan orang lain. Kamu pikir, kenapa juga harus mengorbankan perasaanmu sendiri untuk orang lain? Kamu sayang si dia dan pasti akan berat untuk meninggalkannya, so what kalau ceweknya sakit hati? Well, pikiran semacam ini sih wajar saja. Semua manusia pasti mencari kebahagiaannya sendiri. Tapi ingat juga bahwa apa yang kamu tabur itulah yang akan kamu tuai. Hukum karma itu berlaku lho dalam kehidupan nyata.

Stop Wasting Time
Satu pertanyaan yang harus kamu tanyakan pada diri sendiri bila membina hubungan dengan pria milik orang lain adalah sampai kapan semua itu akan bertahan? Sebulan? Setahun? Selamanya? Jangan terlalu berpatokan dengan kalimat “mengalir apa adanya, biar waktu yang menjawab”. Walau bagaimana pun, kamu berhak merencanakan masa depan kamu. Jadi dari sekarang coba pikirkan, adakah masa depan dari hubungan kamu dengan si dia yang sudah milik orang lain? Kalau memang rasanya tidak ada, berhentilah membuang waktu kamu dengannya.

Is He Worth It?
Kamu sayang banget sama dia, kamu rela mengorbankan hati, waktu dan mengenyampingkan logika buat dia. Bagaimana dengan dia? Apa yang sudah dia lakukan buat kamu? Kamu harus bisa mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh, apakah cowok ini cukup berharga untuk diperjuangkan. Semestinya dia juga mau berjuang untuk kamu, untuk kelangsungan hubungan kalian. Apakah dia mencoba untuk memilih? Kalau dia masih berprinsip “ngapain milih kalau bisa jalan dua-duanya” SPICE! tegaskan supaya kamu tinggalkan dia segera. Bahkan seandainya pun dia memilih kamu, kamu tetap perlu waspada. Kalau dia bisa mutusin pacarnya hanya karena tergoda sama kamu, bukan nggak mungkin dia akan melakukan hal yang sama ke kamu saat ada cewek lain yang ‘lebih’ dari kamu.

=======================================================

How NOT To Fall for Somebody Else’s Guy

1.Know Him Well
Saat mulai dekat dengan seorang cowok, pastikan kamu kenal benar dengannya. Kamu bisa banyak bertanya soal latar belakangnya dan usahakan juga cari tahu dari sumber-sumber lain. Biasanya ada saja teman kamu yang kenal juga dengan dia, pokoknya kamu cari informasi terpercaya soal dia. Apalagi kalau kamu kenalan dengan cowok ini dari internet (friendster atau chatting, misalnya), kamu harus benar-benar kroscek karena keterangan yang dia berikan bisa saja berbeda dengan kenyataan yang ada.

2.Lampu Merah untuk ‘Laki Orang’
Disiplinkan dirimu sendiri, pasang lampu merah untuk pria milik orang lain. Walaupun dia ekstra baik, super ganteng, benar-benar lucu, sesuai kriteria kamu atau bahkan mendekati perfect. Siapapun yang statusnya sudah menjadi milik orang tidak pantas kamu berikan perhatian lebih dari teman. Jangan berikan peluang sekecil apapun padanya dan pada hatimu sendiri.

3.Out of Sight, Out of Mind
Sebisa mungkin kurangi komunikasi pribadi dengan si dia yang sudah milik orang lain. Hindari telepon, sms atau chatting, apalagi jalan-jalan berdua saja. Kalaupun pertemuan dan komunikasi dengannya tidak terhindarkan (misalnya dengan rekan kerja atau teman kuliah), pasang batas yang jelas bahwa kalian berteman dan tidak lebih dari itu.

========================================================

Si ke-2!

Lia (24), “Gue pernah terlibat office romance sama bos gue yang sudah menikah. Suatu ketika istrinya datang ke kantor dan menangkap basah kami sedang berduaan. Pasca kejadian itu gue terpaksa resign karena malu.”

Dori (21), “Gue udah dua tahun pacaran sama pacar orang, gue nggak kenal sih sama ceweknya dan gue juga nggak mau tahu. Lagipula, gue cukup nyaman dengan kondisi kayak gini. Paling nggak dia jadi nggak bisa nuntut banyak sama gue. Dan yang pasti gue nggak mau serius sama dia, buktinya aja dia nggak serius sama gue. Dia nggak mau mutusin ceweknya. Jadi..buat have fun aja!”

Onya (23), “Mantan gue selalu bilang ke gue bahwa dia nggak bahagia sama pacar barunya dan ceweknya itu cuma jadi pelarian. Ketika gue mulai membuka hati lagi dan mau ngasih kesempatan kedua, suatu hari gue dimaki-maki sama ceweknya. Ternyata sama pacarnya itu, mantan gue bilang bahwa gue yang masih ngejar-ngejar dia. Sucks!”

=========================================================
Artikel ini adalah tulisan Sonya yg dimuat di majalah SPICE! edisi September 2007. Silakan dikutip atau digunakan sesuai kebutuhan, asal mencantumkan/menyebutkan sumber yang jelas. Thx ^_^



2 Comments »

27

   jonson s

January 7, 2008 @ 12:28 am

Lbh baik judulnya diganti jd
pacarnya # pacarmu.

Sapa yg mau lovernya dibg2 keorg lain.

28

   sOnYa

January 7, 2008 @ 3:33 am

makanya pake tanda tanya, bang..
supaya lebih ‘negor’ gitu, buat cewe2 yg pny pacar yg terbagi
mungkin sbny ngga ada yg mau, tp kenyataannya bnyk yg musti ngalamin..

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>