s0nYa… all the way!

the stories, the writings, the inspiration, just about everything that pops-up my mind that i don’t mind to be shared… well, yeah, sometimes you may find it rather personal, but i’m sure you’ll find a lesson there.. read only if you’re interested and phhleeeaasseee feel free to drop a comment ;)

Namboru - Auntie - Tante

Filed under: LiFe j0uRnaL — sonyatampubolon at 11:44 pm on Sunday, August 27, 2006

I’m soooooo happy. I’m a new auntie.. seneng banget deh! Ka Evy, istrinya bang Boy, melahirkan seorang bayi perempuan cantik dengan berat 3,6 kg dan panjang 50 cm, pada 26 Agustus 2006 jam 06.00 secara caesar, di RS Hermina Sunter Podomoro.

Rencana terakhir (klo ngga ada ‘revisi’ lagi), si cantik itu diberi nama MILLANEVA ARTA MACHICO, panggilannya Milan. Jadi, abangku akan dipanggil "Ama ni Milan" dan ka evy jd "Nai Milan" deh hhehehe..

Ngga bisa diungkapkan dengan kata2 deh rasa seneng gw dan keluarga saat ini.. iyalah.. secara Milan itu cucu pertama buat 2 keluarga: Kel. S.T Tampubolon (my family) dan Kel. Sinaga (keluarganya ka evy). Keponakan kandung pertama buat gw :)

Gw udh ga sabar bgt neh pgn gendong dia, godain dia, main sama dia, ngobrol dan nyanyi sama dia, ngajar dia ini-itu… wahhh.. pokonya buanyaaakkkk.. 

Yg udh kenal sm gw pasti tau klo gw tu emang seneng sm anak kecil dan biasanya cepet akrab sm anak2. Sbg anak bungsu dan cewe satu2nya, emang gw dulu pgn bgt punya adek. Apalagi skrg kerjaan gw jg kurang lebih terlibat dengan anak2.. jdlah sisi ke’ibu’an gw smakin terasah, qiiqiqiiqq..

Anyway, pokonya gw bersyukur bgt atas berkat Tuhan ini dan berharap segala yang terbaik utk Milan.

== Many thanks oh Lord, for You have given a very precious gift for us,
You have send us a beautiful angel, let her be everything You want her
to be.. Amen
==

1st Aid for Family

Filed under: wRiTin9s.. — sonyatampubolon at 1:48 am on Tuesday, August 15, 2006

Menjadi Dokter di Rumah


Empat menit pertama setelah kecelakaan terjadi adalah peluang
terbesar untuk keberhasilan pertolongan.

“Bu, mata Kiki terkena semprotan lem dan sekarang dia tidak bisa buka
mata, bagaimana ini Bu?” lapor nanny
kepada Kandi (38) tentang anaknya yang usia 6 tahun itu. Dalam kondisi darurat
dibutuhkan penanganan yang segera. Siapkah Anda menjadi dokter di rumah dan
memberikan pertolongan pertama yang tepat sebelum membawanya ke Rumah
Sakit?

Kecelakaan dan masalah darurat memang selalu terjadi tiba-tiba, tak
terduga dan tentunya membutuhkan penanganan secepatnya. “Waktu 15-20 menit yang
dihabiskan dalam perjalanan dari rumah ke rumah sakit bisa saja berakibat fatal
dan dapat diantisipasi melalui metode pertolongan pertama yang tepat,” tegas Retno Pardosi, Training Asisstant
Manager International SOS dalam seminar First Aid for Kids yang diselenggarakan
International SOS bekerjasama dengan Mothercare di Jakarta, 25 Juli 2006 lalu.

Menurut Retno, peluang besar untuk menyelamatkan nyawa seseorang dalam
situasi darurat adalah empat menit pertama setelah kecelakaan terjadi. Oleh
sebab itu, sangatlah penting bagi para orangtua, guru, pengasuh anak dan
individu lain yang berinteraksi dengan anak-anak untuk memiliki pengetahuan dan
keterampilan pertolongan pertama.

Pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan pertolongan pertama ini
bisa diperoleh melalui bacaan dan pelatihan. Berikut ini terangkum
teknik-teknik pertolongan pertama dari beberapa situasi darurat yang kerap
menimpa bayi dan anak-anak, dari buku Pertolongan
Pertama: Dokter di Rumah Anda
yang ditulis oleh Dr. Tony Smith, editor medik dari British Medical Association
Family Doctor Publications.

Hilang Kesadaran (Unconcious)

Pengetahuan penanganan kondisi hilang kesadaran merupakan salah satu
pengetahuan utama yang perlu diketahui, sebab kondisi ini bisa terjadi oleh
berbagai hal. Hilang kesadaran dapat terjadi akibat kerusakan otak, kehilangan
darah, kekurangan oksigen, perubahan unsur kimia darah atau overdosis dari obat-obat tertentu.

“Saat seseorang mengalami kondisi unconscious
umumnya saluran udara terhambat oleh lidah yang jatuh ke belakang,” jelas
Retno. Bahaya utama dari hilang kesadaran adalah tersumbatnya saluran napas,
oleh sebab itu hal pertama yang perlu dilakukan adalah memeriksa apakah si
korban masih bernapas.

Jika ia tidak bernapas, segera berikan pernapasan buatan dari mulut ke
mulut. Caranya, baringkan korban terlentang di permukaan yang datar dan kuat.
Topang bagian belakang lehernya (kuduk) untuk menghindari cedera. “Untuk membuka jalan udara, kita dapat
menggunakan Head Tilt and Chin Lift Method,
yakni dengan menekan dahi dan mengangkat dagu,” ujar Retno. Bersihkan mulut
korban dengan jari untuk menyingkirkan penghalang dari pipa udara. Selanjutnya,
tutup kedua lubang hidung korban, ambil napas dalam-dalam dan tiuplah kuat-kuat
dari mulut Anda ke mulut korban, menuju paru-parunya.

Setiap usai meniup, dengarkan udara meninggalkan paru-paru dan
perhatikan gerakan dada si korban. Lanjutkan bantuan pernapasan setiap 5 detik
sampai datang pertolongan atau sampai korban dapat bernapas kembali.

Jika pernapasannya telah normal, namun masih tak sadarkan diri,
berikutnya Anda dapat mengatur tubuh korban pada posisi pemulihan (recovery position). Posisi pemulihan adalah
posisi teraman bagi orang yang tak sadar yang memungkinkan dia dapat bernapas
bebas dan tidak tersedak sewaktu menghirup udara. Anggota badan mengunci tubuh
dalam posisi yang stabil dan enak. Akan tetapi, jangan lakukan posisi ini jika
ada kemungkinan ia mendapat cedera tulang belakang, misalnya setelah jatuh dari
ketinggian tertentu.

Untuk melakukan posisi pemulihan, hal pertama ialah periksa mulut si
korban, pastikan tidak ada benda asing atau gigi palsu di dalam mulut. Selanjutnya
selipkan sebelah lengan korban (yang berada di sisi dekat Anda) ke bawah
pahanya. Silangkan tangan yang lain di atas dada mengarah ke Anda. Silangkan
sebelah kaki ke atas pergelangan kaki yang lain. Lindungi dan topang kepalanya,
kemudian balikkan tubuhnya dengan cara menarik pundak dan pinggul sisi seberang
ke arah Anda. Atur kembali posisi kepalanya (head tilt chin lift) dengan mulut terbuka. Dengan hati-hati
keluarkan tangan dari balik tubuhnya dan tempatkan sejajar tubuh agar dia tetap
tertelungkup.

Tersedak

Bila seorang anak tersedak makanan atau benda lain, misalnya mainan
kecil yang tertelan tanpa sengaja, segera bertindaklah untuk mengeluarkan
penyumbat itu. “Penanganannya tergantung umur anak, karena semakin besar anak
maka bentuk kerongkongannya juga bertambah besar” ujar dr. Lanny Swandajang Tanudjaja, dokter umum dari RS International
Bintaro.  Langkah pertama yang bisa
dilakukan adalah menyuruh anak untuk membatukkannya. Jika anak tak dapat
membatukkannya keluar, maka tindakan selanjutnya perlu dilakukan dengan teknik
yang sesuai, tergantung pada usia atau besarnya anak.

1. Bayi 0-12 bulan

Tengkurapkan si bayi di lengan, topanglah dadanya dengan kepala lebih
rendah dari tubuhnya. Tepuklah punggungnya dengan mantap beberapa kali, jangan
terlalu keras, di anatara tulang belikatnya.

2. Anak 1-9 tahun

Duduk dan tengkurapkan si anak di pangkuan Anda. Hentak beberapa kali
dengan pangkal telapak tangan di antara tulang belikatnya. Jangan terlalu kuat,
ulangi sampai sekitar 5 kali, atau sampai penyumbatnya lepas.

3. Anak di atas 9 tahun

Pegang anak dari belakang dalam posisi berdiri, kepalkan sebelah tangan
dengan ibu jari ke atas, tekankan ke pinggangnya. Dengan tangan yang lain
memegang kepalan tadi, hentakkan dengan kuat ke atas di bawah tulang rongga
dada. Bila ini belum berhasil, ulangi 3 kali lagi.

Jika anak menjadi tak sadarkan diri setelah tersedak, baringkan dia di
tempat yang datar dan aman. “Tekan bagian dada abdominalnya dengan 1 tangan
saja. Setelah itu lakukan pernapasan buatan dari mulut ke mulut. Jangan lupa
untuk selalu memeriksa napas dari mulutnya setelah menekan dada,” ujar Retno.

Benda asing masuk ke lubang hidung

“Bila masuk ke lubang hidung sebelah kanan, tutup lubang hidung sebelah
kiri dan hembuskan napas kuat melalui lubang hidung kanan,” kata Lanny. Jangan
coba rogoh, karena kemungkinan akan terdorong semakin dalam. Menurutnya, sebenarnya
benda asing masuk ke lubang hidung tidak perlu terlalu dikhawatirkan, karena anak
masih bisa bernapas lewat lubang hidung yang lain.

Benda asing masuk ke mata

Bila benda asing yang masuk ke
mata hanya berupa bulu mata atau butir kotoran yang terselip di balik kelopak
atau di bagian putih mata maka bisa dihilangkan dengan menggunakan ujung sapu
tangan yang lembab dan bersih. Akan tetapi jangan berusaha mengeluarkan dari
mata anak hal-hal berikut ini: benda yang tertancap atau menusuk mata, butiran
logam, dan benda asing di bagian mata yang berwarna.

Menurut Lanny, yang harus
dilakukan adalah tutup kedua mata dengan kain kassa yang dibasahi dengan air
kemudian segera bawa ke dokter atau rumah sakit. “Sedangkan bila mata terkena
bahan kimia atau tersemprot cairan tertentu, bilas dengan air mengalir sesering
mungkin atau sebanyak-banyaknya (kira-kira 500cc), baru dibawa ke dokter” jelas
Lanny.

Benda asing masuk ke telinga

Anak-anak sering menimbulkan
masalah dengan memasukkan sesuatu (manik-manik atau biji-bijian) ke telinganya.
Bila hal itu terjadi, jangan coba mengeluarkannya sendiri dengan tangan,
kecuali bila benda itu masih sangat dekat mulut lubang telinga. “Usahakan langsung bawa ke dokter,” tegas
Lanny. Sebab saat Anda mencoba mengeluarkannya bisa justru membuat benda
tersebut semakin dalam dan merusakkan dinding dalam saluran telinga dan menjadi
bertambah berbahaya.

Sengatan Listrik/Strum

Sengatan listrik yang hebat bisa memukul seseorang hingga tak sadarkan
diri dan membuat pernapasan terhenti. Luka yang dalam di tempat aliran listrik
memasuki tubuh dan kerusakan organ dalam bisa terjadi. Periksakan segera ke
dokter setiap korban sengatan listrik, walau si korban tampak hanya menderita
ringan.

“Pertama kali, segera matikan aliran listrik atau putuskan kontak
antara korban dengan penyebabnya. Jangan coba menarik korban, karena Anda
sendiri bisa tersengat,” kata Lanny. Gunakan misalnya sebatang tangkai sapu
dari kayu untuk menyingkirkan sumber arus listrik. Periksalah pernapasan
korban. Bila terhenti segera lakukan bantuan pernapasan dari mulut ke mulut.
Mungkin ini berlangsung sampai setengah jam. Begitu si korban mulai bernapas,
baringkan dia pada posisi pemulihan, lalu rawatlah luka bakar yang ada dan cari
bantuan medis.

Luka Bakar

Luka bakar dapat disebabkan oleh
api, uap atau cairan panas, elektrik, ataupun bahan-bahan kimia yang merusak.
Sebelum mengatasi luka baker, singkirkan dulu penyebabnya, misalnya matikan
dulu apinya. Baru kemudian dinginkan sesegera mungkin bagian yang terkena
dengan merendamnya dalam air dingin atau air yang mengalir.

Jangan langsung mengoleskan salep
atau krim pada luka bakar. Retno menegaskan bahwa mengoleskan margarin atau
pasta gigi pada luka bakar justru bisa mengakibatkan infeksi. Jangan pula
memencet lepuhan yang terbentuk. “Setelah direndam atau dibilas dengan air
sebaiknya segera mencari bantuan medis,” papar Retno. 

Jatuh

Menurut Retno jika anak jatuh dari ketinggian lebih dari 1 meter maka
diasumsikan ada cedera kepala. “Jika anak jatuh dari tempat yang relatif
tinggi, sebaiknya anak jangan dipindahkan sendiri, segera hubungi ambulans atau
rumah sakit, karena selain kemungkinan patah tulang ada juga kekhawatiran
kerusakan saraf,” tegas Lanny. Dia juga memaparkan, jika anak yang jatuh masih
sadarkan diri tetap perlu diperiksa ke rumah sakit karena ditakutkan ada pendarahan
atau luka dalam.

Gigitan serangga

Seringkali kita tidak mengetahui serangga apa yang menggigit anak hanya
bisa mengenali melalui bekas gigitannya. “Yang perlu dilakukan yang pertama
kali adalah mencucinya dengan air hangat, kemudian diberikan antiseptik.
Setelah itu baru bawa ke dokter untuk diperiksa, karena siapa tahu ada racun
tertentu,” jelas Lanny.

==========================================================================================

Persediaan Medis di Rumah
(Dr. Tony Smith, Pertolongan
Pertama: Dokter di Rumah Anda
)

  1. Lemari Obat yang baik harus bisa menyimpan
    obat tetap kering, jauh dari jangkauan anak-anak dan bisa dikunci. Peralatan
    dan jenis obat yang perlu adalah:

- Termometer

- Antiseptik

- Pereda
sengatan serangga

- Obat
diare

- Aspirin
atau parasetamol

- Tetes
mata

 

  1. Peralatan P3K. Dalam keadaan darurat diperlukan peralatan
    tambahan, yang harus disimpan di kotak plastik atau logam kedap sempurna dan
    mudah dibuka. Simpan di tempat kering dan jauh dari jangkauan anak-anak,
    berisi:

- Kapas
steril

- Perban
steril

- Kain
kassa steril

- Perban
segitiga

- Kasa
tabung

- Plester

- Alkohol
pembersih

- Peniti

- Penjepit

- Gunting

 

==========================================================================================

*Tulisan Sonya yang ini bisa dibaca di Inspired Kids edisi September 2006 -blm terbit sih.. tunggu aja ya. Please feel free untuk mengutip atau menjadikannya resensi, asal mencantumkan sumbernya dengan jelas. Thx!

23 Years of Blessings

Filed under: LiFe j0uRnaL — sonyatampubolon at 10:16 pm on Monday, August 14, 2006

It’s my biRtHdaY!

15 Agustus 1983 - 15 Agustus 2006Sonya_3
Artinyaaaa umur gw 23 tahun hari ini

Udah 23 tahun atau baru 23 tahun yah??

udah 23 tahun Tuhan mempercayakan kehidupan ini buat gw
udah 23 tahun Dia melimpahkan gw dengan segala anugerah dan berkat
udah 23 tahun gw jd putri kedua orangtua gw
udah 23 tahun gw jd adik perempuan buat abang2 gw
udah 23 tahun gw hidup!
udah ngapain aja yah gw selama ini?
udah siapkah gw menghadapi tahun yang akan datang?

ehh.. tp bneran.. gw baru 23 tahun loh yaa.. abis bnyk yg bilang cara pikir, sikap dan penampilan gw dewasa. Klo soal cara pikir dan sikap gw dinilai dewasa si gw masih seneng aja. Tp klo tampilan gw dibilang dewasa, kesannya tua gitu yah?? hwaaaa..hiks hiks!!

= do i really look old??