* ini tulisanku yg dimuat di www.sahabatnestle.co.id
klo mo baca langsung link ke
http://www.sahabatnestle.co.id/HOMEV2/main/TKSK/TKSK_Remaja.asp
Ayahku, Idolaku
Tembok
kamar Putri (14 th) dipenuhi poster Samsons. Rupanya, dia menggandrungi
band yang tengah naik daun ini. Memang umumnya anak remaja memiliki
tokoh idola. Entah itu penyanyi, bintang film, atlet, ilmuwan atau
tokoh-tokoh lainnya. Siapa idola anak Anda? Apakah David Beckham, Agnes
Monica, Samuel Rizal, Beyonce Knowles, Justin Timberlake atau SBY? Atau
justru seperti Via (15 th) yang mengidolakan ayahnya sendiri? Ayah Via
memang bukan selebritis, tapi ternyata ada hal-hal yang membuatnya
layak jadi idola. "Papaku itu sangat bijaksana dan pintar. Dia sangat
sayang dan baik padaku, tapi tetap bisa tegas," ungkap Via.
Pasti setiap ayah akan sangat bangga bila dapat
menjadi idola bagi anak sendiri. Bukan hanya membanggakan bagi sang
ayah secara pribadi, tapi akan sangat baik bila orangtua sendiri yang
menjadi role model bagi anaknya. Sebab seperti yang kita tahu, anak
remaja cenderung mengikuti tingkah laku dan cara hidup idolanya. Kalau
memang Anda menginginkan anak mengidolakan Anda, bisa-bisa saja kok.
Ini rahasianya.
- Sediakan waktu bertemu dan bertukar pikiran
"Ayahku
seorang pengusaha yang sangat sering keluar kota untuk urusan bisnis.
Setiap hari dia pergi pagi dan pulang larut malam hingga aku hampir tak
pernah bertemu dengannya. Terakhir aku berbincang dengannya aku sudah
tidak ingat kapan. Percakapan terpanjang kami hanyalah 30 menit
lamanya. Sekarang, aku merasa tidak nyaman bila berada di dekatnya, aku
tidak ingin berbincang dengannya, dan berharap dia terus sibuk di
kantornya."
Tulisan yang berjudul Who is my dad? ini terdapat dalam sebuah situs forum untuk remaja, http://www.rouseindahouse.com/
Tulisan ini merupakan curahan hati seorang remaja yang merasa tidak
mengenal ayahnya sendiri, karena minimnya waktu bertemu dan
berkomunikasi di antara mereka. Kuantitas dan kualitas waktu
bercengkrama antara anak dengan ayah sangat penting untuk menambah
kedekatan. Yang paling sederhana, misalnya saat makan malam bersama di
meja makan.
- Terima anak Anda sebagai individu yang memiliki pilihan, selera dan pendapat pribadi
Memang
sangat wajar bila ayah menginginkan anak gadisnya berpenampilan rapi,
manis dan feminin. Namun, bagaimana bila pakaian kesukaan anak ternyata
kaus oblong, celana jins, dan sandal jepit? Tidak ada salahnya memberi
masukan pada anak untuk tampil lebih sesuai, khususnya dalam
acara-acara penting tertentu. Akan tetapi ayah juga perlu belajar
menerima selera pribadi anaknya tersebut.
Begitu pula halnya saat anak memilih cita-cita atau jurusan
studinya, memilih teman, bahkan memilih pacar, ayah harus bisa
menghargainya. Meskipun Anda menginginkan anak memiliki teman-teman
atau kekasih yang baik, bukan berarti Anda yang harus memilihkannya.
Sebelum ayah protes pada teman anak yang terlihat urakan, ada baiknya
Anda berkenalan dulu dengan mereka.
Ingatlah untuk selalu mendengarkan terlebih dahulu alasan dan
pendapat anak, baru memberi masukan atau argumen bila memang ada yang
tidak sesuai dengan Anda. Sebutkan juga alasan yang jelas saat
menyatakan pendapat Anda, agar anak bisa lebih mengerti dan menerima,
bukan sekadar harus menuruti perintah dan larangan dari Anda.
Perbedaan pendapat memang dapat menjadi pemicu konflik yang sangat
rentan antara ayah dan anak. Akan tetapi segala sesuatu sebenarnya
dapat diatasi dengan komunikasi yang terbuka. Ayah sebagai pihak yang
lebih dewasa seyogyanya memiliki kesabaran yang lebih daripada anak.
- Wibawa + Tegas # Galak
Sebagai
seorang kepala rumah tangga, sosok ayah diposisikan sebagai seorang
yang terhormat dan berwibawa. Seringkali untuk menjaga wibawa ini, ayah
menunjukkan sikap tegas dalam menghadapi segala hal dalam keluarga.
Tegas itu penting, terutama dalam menyelesaikan berbagai masalah yang
menyangkut kenakalan remaja. Akan tetapi tegas harus dibedakan dengan
galak. Emosi yang meledak-ledak, suara keras dan membentak, apalagi
memukul, itu semua sebaiknya dihindari. Tidak perlu khawatir wibawa
Anda sebagai ayah berkurang hanya karena kurang galak. Justru, ayah
yang tegas namun pengertian akan menjadi sosok yang ideal bagi anak.